Samsung Gravity 3 Accessories

Selasa, Agustus 31, 2010

Install Printer Canon Pixma iP2770 di BlankOn

Saya sudah menginstall printer Canon Pixma ip 2770 pada 2 kommputer, yaitu komputer yang ada di lab sekolah dan komputer milik pribadi. Uniknya penanganan penangan penginstallan untuk dua buah komputer tersebut berbeda, meskipun driver yang saya unduh sama dan Distro yang saya gunakan sama yaitu BlankOn Sajadah, tetapi harusnya bisa dijalankan pada Distro Ubuntu dan turunannya

Driver Canon yang saya unduh silahkan klik di sini. Berdasarkan petunjuk dari blognya Dewa Bayu.

Cara pertama
Unduh file pada tautan di atas.

Mekarkan arsip iP2700_Linux_Package.tar, baik menggunakan GUI atau menggunakan Terminal

Mekarkan lagi arsip cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb.tar.gz

Masuk ke Folder cnijfilter-ip2700series-3.30-1-i386-deb yang telah dimekarkan menggunakan terminal.

Ketik sudo ./install.sh, kemudian ikuti proses penginstallan Printer

Cara ini berhasil untuk komputer yang ada di Lab Sekolah.



Tetapi untuk Komputer yang ada di rumah cara di atas tidak bisa digunakan. Untuk cara yang ke dua ini, Saya mengikuti tulisan yang di tulis oleh Dirgita Devina atau Citra Paska, Siapa Dirgita Devina, sudah pernah saya tulis dan bisa dibaca ulang di sini
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
Buka berkas install.sh menggunakan gedit

Cari fungsi C_FUNC_get_system() pada baris 1224. atau pada gedit untuk melakukan pencarian fungsi dan kata tekan Ctrl+F

Hapus semua isi mulai dari fungsi 1224 sampai fungsi 1250.

Tulis ulang fungsi menggunakan fungsi ini:
C_FUNC_get_system()
{
C_system=”deb”
return 0
}

Ikuti petunjuk penginstallan seperti biasa, jangan lupa reboot komputer anda untuk dapat menjalankan printer.



Lanjutin Coy “Install Printer Canon Pixma iP2770 di BlankOn”  »»

Jumat, Agustus 20, 2010

Mengatasi Masalah Kartu Jaringan Acer Aspire One D260

Setelah menginstall BlankOn Sajadah pada Acer Aspire One D260, saya mencoba berselancar membuka akun gmail. Saat menghubungkan kabel UTP ke port Kartu jaringan, tidak ada indikator lampu yang menandakan kartu jaringan pada netbook tersebut siap digunakan.

Saya berpikir mungkin karena crimpingan RJ 45 yang tidak terlalu baik. Tetapi setelah mencoba 3 jenis kabel termasuk kabel "asli" bawaan radio wireless, masih saja indikator lampu pada kartu jaringan tidak menyala.

kemudian saya cari tahu dengan mengetik lspci pada terminal
01:00.0 Ethernet controller: Atheros Communications AR8152 v1.1 Fast Ethernet (rev c1)
02:00.0 Network controller: Broadcom Corporation Device 4727 (rev 01)
Rupanya untuk chipset di atas membutuhkan sedikit ulikan, sehingga kartu jaringan bisa digunakan.

Caranya cukup mudah :

unduh compat-wireless-2.6.tar.bz2 pada link ini

Jika sudah selesai install build-essential
$ sudo apt-get install build-essential

langkah berikutnya, mekarkan file unduhan compat-wireless-2.6.tar.bz2.
Saya menyimpan hasilnya pada desktop.
cd Desktop/

masuk ke folder compat-wireless-2010-08-19
cd cd compat-wireless*

selanjutnya ketik :

scripts/driver-select atl1c ; tekan enter
make ; tekan enter
sudo make install ; tekan enter kemudian reboot netbook.

Silahkan lihat hasilnya. Tetapi jika masih ngambek, ketikkan ini pada terminal
sudo modprobe atl1c

oprekan ini saya dapatkan di sini

Cara ini juga berlaku untuk BlankOn, ubuntu 10.04 Lucid Lynx dan variannya

enjoy dengan BlankOn Sajadah :)


Lanjutin Coy “Mengatasi Masalah Kartu Jaringan Acer Aspire One D260”  »»

Jumat, Agustus 13, 2010

BlanKonf #2, Jempol Untuk Panitia

Konferensi Blankon Linux yang kedua (BlanKonf #2) telah berakhir, tetapi saya baru sempat menulis saat ini. Tentu banyak ulasan yang ditulis oleh teman2, baik yang berkecimpung langsung sebagai pembicara atau panitia, bahkan mungkin juga oleh para peserta.

Saya ingin menulis tentang sisi lain dari BlanKonf, atau acara2 lain yang sejenis yang melibatkan banyak orang. Saya ingin membidik tentang cara kerja panitianya, yang menurut saya merupakan sisi yang sangat penting, sisi yang jarang diulas, padahal dari merekalah semua kegiatan yang telah direncanakan bisa terlaksana sehingga acara besar seperti BlanKonf bisa berlangsung dengan sukses.




Sejak acara Indonesia Linux Conference (ILC) yang dilaksanakan di Pantai Kuta, Bali tahun 2008, saya sudah terkagum-kagum dengan tata kerja panitia. Berikutnya, BlanKonf #1 yang diselenggarakan di Kota Bogor. Dalam pandangan saya, untuk merancang acara yang begitu besar, tentu perlu manajemen yang sangat bagus dengan merangkum personil-personil dalam satu kesatuan, sehingga mereka mau untuk bekerja dan meluangkan waktu demi terselenggaranya acara tersebut dengan baik.



Memilih lokasi untuk kegiatan, mengumpulkan dana dari berbagai donatur, mencari tempat penginapan untuk pemateri dan panitia, juga termasuk transportasi merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan keuletan.



Wawancara tidak resmi saya lakukan terhadap seorang panitia, pada suatu malam, saat kongkow di beranda kamar hotel ketika di atas langit sana tidak terlihat bintang. Panitia berjenis kelamin cewek, menceritakan tentang perburuannya mencari hotel dengan kriteria tertentu dan bisa menampung semua anggota BlankOn yang datang dari berbagai daerah.

Saya kagum!!. Banyak yang menyebabkan saya memiliki rasa seperti itu. Saya memang belum pernah terlibat dalam urusan kepanitian untuk pekerjaan diluar kedinasan atau diluar pekerjaan saya sebagai oemar bakri.
Selama ini, keterlibatan saya pada kepanitiaan yang bersifat birokrasi dimana anggaran untuk kegiatan sudah disediakan oleh pemerintah, jadi tidak perlu repot-repot lagi mencari sponsor dan pontang-panting ke berbagai donatur. Jadi yang saya atur cuma hal-hal bagaimana mengatur uang yang telah ada, dan mengatur bagaimana agar acara bisa berlangsung dengan tertib dan lancar.

Seandainya saya tinggal di Indonesia bagian Jawa, saya ingin sekali terlibat di dalam kepanitiaan. Ingin merasakan bagaimana suka duka dalam mewujudkan mimpi.
Jauh di dalam hati, saya ingin melakukan hal-hal diluar kebiasaan. Bekerja di luar suasana birokrasi. Membuat acara besar dengan melibatkan berbagai pihak dan mengundang pemateri dari luar. Salah satu yang membuat saya tidak berani melakukannya adalah karena daerah saya adalah Indonesia bagian luar, dimana industri tidak ada dengan segala keterbatasan yang komplit, yang pada muara akhirnya akan muncul pertanyaan : "dana dari mana???".

Tetapi suatu saat saya harus melakukannya, mungkin ada sesuatu yang tersembunyi, yang apabila saya berusaha menggalinya, sesuatu yang tersembunyi tersebut akan muncul. Saya memang belum mengeksplorasi segala sumber daya, karena semuanya masih tersimpan di dalam otak.

Saat ini saya masih berjuang, mematahkan segala pikiran buruk, sehingga saya tidak bisa maju karena terus memikirkannya. Saya harus merdeka, dengan mewujudkan ide gila yang belum terpikirkan.

Terima kasih untuk Panitia BlanKonf #2, acara berlangsung dengan bagus.Saya mengagumi cara kerja dan segala usahanya untuk membuat BlanKonf dapat terwujud.






Lanjutin Coy “BlanKonf #2, Jempol Untuk Panitia”  »»

Minggu, Juli 18, 2010

Konferensi BlankOn Linux (BlanKonf) II



BlanKonf adalah konferensi tahunan yang diadakan pengembang, pengguna, dan pemasar sistem operasi Linux BlankOn. Konferensi ini meliputi penyajian presentasi, diskusi dan kegiatan teknis seputar pengembangan, penggunaan dan pemasaran Linux BlankOn.

Presentasi mencakup pengembangan yang sedang dilakukan Tim BlankOn, visi, misi dan strategi BlankOn masa depan, dan kisah sukses penggunaan BlankOn. Penyaji presentasi beragam mulai dari kalangan pengembang hingga pemerintahan dan perusahaan.

Selain itu, pihak-pihak yang berminat memengaruhi perkembangan Linux BlankOn juga dapat memanfaatkan konferensi ini untuk menyampaikan hal-hal yang ingin diimplementasikan dalam proyek BlankOn berikutnya.

Tujuan utama BlanKonf yaitu :Menjadi ajang temu pengembang, pemasar, dan pengguna BlankOn.Membahas fitur-fitur Linux BlankOn selanjutnya.Membahas peluang-peluang usaha bersama kemitraan BlankOn.

Setelah sukses terselenggara di Bogor tahun 2009, tahun ini Konferensi BlankOn Kedua (BlanKonf 2010) akan diselenggarakan di Surabaya. Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas BlankOn bekerjasama dengan KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) akan mengadakan BlanKonf 2010 di Universitas Surabaya selama 2 hari pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2010. BlanKonf tahun ini akan istimewa karena selain menjadi acara peluncuran akbar Linux BlankOn versi terbaru 6.0 dengan kode rilis Ombilin yang dijadwalkan rilis pada 5 Juli 2010, BlanKonf 2010 juga akan menjadi ajang pertemuan untuk mempelajari peluang atau memulai pengembangan bisnis bersama BlankOn.

Sebanyak total 15 acara akan disajikan yang terdiri dari 5 presentasi utama, 5 presentasi diskusi serta 5 tutorial. Dua hari pelaksanaan BlanKonf akan diisi presentasi-presentasi utama dengan dua topik besar, yaitu BlankOn sebagai Proyek Pengembangan Open Source Software dan BlankOn sebagai Model Bisnis Open Source Software.

Hari pertama Endy Chandra, seorang arsitek perangkat lunak asal Bandung akan menyajikan strategi-strategi pengembangan bisnis BlankOn melalui koperasi dilanjutkan Ahmad Haris Staf Teknis TI dari Banda Aceh akan menyajikan Implementasi BlankOn Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Sedangkan hari kedua Akhmat Safrudin, salah seorang senior hacker BlankOn, akan menyajikan topik BlankOn sebagai sebuah gerakan Open Source dan Rahman Yusri Aftian seorang wiraswasta, EDP sekaligus pengajar asal Gresik, akan membahas tentang target-target yang akan dicapai pada rilis BlankOn berikutnya.

Pada 10 Pebruari 2010, YPLI telah merilis Kerjasama Bisnis BlankOn yang sebagian telah dijalankan bersama dengan beberapa perusahaan di Indonesia. Berkaitan dengan itu, Rusmanto Maryanto, Ketua Pengurus YPLI sekaligus seorang penulis senior akan memaparkan bentuk-bentuk kerjasama bisnis BlankOn termasuk yang telah berjalan pada BlanKonf 2010 nanti.

Presentasi, diskusi dan tutorial lainnya memiliki tema yang beragam dan sangat menarik untuk diikuti bagi siapapun termasuk bagi pengguna, pemerhati, pengembang ataupun pengusaha teknologi informasi dan tidak terbatas pula bagi pemula ataupun yang sudah berpengalaman.

Untuk pendaftaran sebagai peserta bisa mengikuti tautan di sini



Lanjutin Coy “Konferensi BlankOn Linux (BlanKonf) II”  »»

Jumat, Juli 09, 2010

Mengembalikan Panel Yang Hilang (Gnome Shell)

Saya pernah menulis tentang gnome-shell di sini, saat menginstall BlankOn 6 dengan nama kode Ombilin, saya ingin kembali ke jalan yang benar, ingin mengembalikan panel atas dan bawah yang hilang pada saat menginstall gnome-shell.

Biasanya setelah install ulang linux atau BlankOn yang saya coba, sisa-sisa gnome-shell masih tetap ada dengan ketiadaan salah satu panel. Untuk mengembalikannya pada terminal, cuma gunakan 3 jurus maut, ketik :

$ gconftool --recursive-unset /apps/panel
$ rm -rf ~/.gconf/apps/panel
$ pkill gnome-panel

silahkan di coba

Lanjutin Coy “Mengembalikan Panel Yang Hilang (Gnome Shell)”  »»

Rabu, Juli 07, 2010

Siaran Pers Peluncuran BlankOn 6.0 (Ombilin)

Baru Posting tentang rilis Ombilin, karena sedang dalam perjalan ke luar kota untuk ikut diklat.

Pada hari ini, Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn dengan bangga mengumumkan terbitnya BlankOn versi 6.0 yang diberi nama “Ombilin”. Seperti biasa, fitur BlankOn rata-rata menggunakan teknologi terbaru Linux, termasuk kernel Linux 2.6.32 dan lingkungan desktop GNOME 2.30.2. Ombilin didukung perangkat lunak hiburan yang siap langsung pakai tanpa memasang codec multimedia tambahan, dukungan akses Internet dengan yang sangat ringan untuk menjelajah web serta komunikasi pesan instan dan jejaring sosial, juga fitur-fitur perkantoran. Selain itu, Ombilin menyediakan fitur-fitur olah grafis vektor dan bitmap serta album foto digital.

Rahman Yusri Aftian yang memimpin rilis Ombilin ini menjelaskan: “BlankOn Ombilin adalah versi BlankOn yang dibangun dengan semangat kemandirian dan menjadi cikal bakal BlankOn setelah Ombilin yang diharapkan dapat berdiri dengan kaki sendiri dari ketergantungan terhadap distribusi linux lain. Di Ombilin inilah BlankOn mempunyai repo mandiri tanpa tergantung pada repo distribusi linux lain sehingga pengguna dapat dimanjakan dengan repo tersebut baik daring atau luring yang berbentuk DVD, di samping itu Ombilin juga menciptakan sejarah baru bagi BlankOn dengan dirilisnya Ombilin untuk arsitektur amd64”

Ombilin menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya, dan diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan. Ombilin juga turut melestarikan budaya bangsa dengan mengusung dukungan terhadap aksara nusantara, yang pada versi ini mendukung dua aksara baru yaitu Bali dan Sunda di samping Lontara’ dan Batak Toba.

“BlankOn adalah karya anak-anak bangsa. Jadi, mari semua anak bangsa ikut dalam pengembangan BlankOn di negara sendiri” ujar Simon Liling, salah seorang pengembang Ombilin yang berlokasi di Makassar.

Ombilin juga dikembangkan dengan maksud sebagai pelatihan bagi para pengembang dalam negeri dalam hal kolaborasi daring (online) dan pengembangan produk perangkat lunak bebas/terbuka, yang mana proses pengembangannya total dilakukan secara daring menggunakan jalur situs web, milis dan kanal IRC.

Catatan Rilis dan Alamat Unduh
Daftar fitur terbaru dan spesifikasi dapat dilihat pada halaman Catatan Rilis di alamat catatan-rilis-ombilin

Ombilin dapat diperoleh melalui situs www.blankonlinux.or.id dan situs-situs cermin lainnya.

Kontak media
Silakan lakukan korespondensi dengan menggunakan jalur milis pada alamat: BlankOn@googlegroups.com

Dukungan Teknis
Dukungan teknis profesional BlankOn dapat diperoleh melalui mitra YPLI berikut:


Pusat Pelatihan BlankOn
Mitra YPLI di bawah ini menyediakan layanan pelatihan profesional penggunaan BlankOn:


Tentang YPLI
YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan software dan sumber daya manusia di bidang Linux, Free Software, dan Open Source Software (FOSS) di Indonesia. Situs Internet YPLI adalah http://www.ypli.or.id/

Catatan
BlankOn dan logo BlankOn adalah merek terdaftar YPLI.
Linux adalah merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds.
Merek dagang dan hak cipta lain yang dirujuk catatan ini adalah kepunyaan masing-masing pemiliknya.


Lanjutin Coy “Siaran Pers Peluncuran BlankOn 6.0 (Ombilin)”  »»

Merantau dan Kuliah

Sambil menunggu adzhan shubuh dan Fajar pagi, setelah menonton pertandingan sepak bola piala dunia antara Belanda dan Uruguay, dengan kemenangan tim oranye skor 3-2, biar gak ngantuk dan bablas sholat shubuhnya, mending posting saja.

Terminal Bima, kemarin, penuh sesak oleh penumpang bis dan para pengantar. Saat ini memang musim liburan dan musim anak-anak muda yang baru lulus SMA, merantau mencari ilmu atau melanjutkan study baik di ibu kota provinsi (Mataram) maupun ke tanah Jawa.

Untuk daerah Jawa, tempat favorit abegeh Bima biasanya di Malang, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta/Bogor. Dari beberapa kota besar di atas, Malang dan Yogyakarta merupakan kota favorit untuk melanjutkan kuliah bagi sebagian besar angkatan muda Bima. Sudah turun temurun, dari generasi ke generasi dua kota itu tetap mendapat rangking teratas untuk tujuan kuliah.

Daerah di luar Jawa, Makassar merupakan tempat untuk melanjutkan kuliah favorit, dan posisinya tidak mampu terkalahkan oleh daerah manapun, karena memang Makassar memiliki pusat pendidikan yang tidak kalah lengkap dari Perguruan Tinggi- Perguruan Tinggi yang ada di tanah Jawa.

Sudah tradisi, para orang tua menyekolahkan anak-anak mereka pada jenjang yang lebih tinggi (masuk perguruan tinggi). Sekarang sudah menjadi simbol keberhasilan dan rasa bangga serta gengsi para tetua di Bima, apabila mampu membiayai kuliah anaknya sampai berhasil atau sampai wisuda atau mendapat gelar sarjana.

Jika anda bertamu atau ngobrol dengan para orang tua, keberhasilan mereka menyekolahkan anak-anaknya di Perguruan Tinggi akan dengan senang hati diceritakan kepada anda. Biasanya kalimatnya begini : Anak saya 3 orang sudah kuliah semua, yang pertama di perguruan tinggi ini...yang kedua di sono..yang ketiga di situ...
Sebuah budaya yang sangat bagus, rasa gengsi diposisikan pada tempat yang sangat tepat, sehingga orang tua berlomba mencari nafkah tempat kuliah yang bagus untuk masa depan anak-anak mereka.

Banyak anak-anak muda yang baru lulus berangkat, merantau mencari ilmu yang lebih tinggi untuk mendapat kehidupan yang baik di masa depannya. Tetap memang tidak semuanya pulang dengan hasil yang bagus dan memuaskan. Akan ada seleksi alam yang akan menguji tingkat kecerdasan mereka dalam bentuk spritual, emosi dan intelejensia.
Banyak dari mereka yang kaget akan perubahan budaya dan gaya hidup, seperti yang sudah pernah saya tulis di sini. Memang sangat banyak godaan, itu saya akui dan sudah saya alami saat saya kuliah dulu pada rentang waktu tahun 2005 sampai 2008 di Semarang dan tahun 2008 sampai 2002 di Jakarta.

Godaan untuk mencicipi kehidupan malam dengan segala hingar bingarnya, masuk diskotik atau dugem, godaan narkoba dan teman sebangsanya, godaan sex bebas dan akhirnya seperti surti dan tejo, karena memang sudah tidak ada lagi yang mengontrol seluruh aktivitas, kecuali membentengi diri dengan kesadaran bahwa tujuan merantau adalah untuk mencari ilmu pengetahuan. Di sinilah perlunya kecerdasan yang saya maksudkan.

Yang lolos seleksi alam, adalah orang-orang pilihan yang telah mampu menaklukkan semua yang sudah saya tulis di atas, dan mereka biasanya mendapat kehidupan yang mapan setelah berkecimpung pada pekerjaan yang mereka geluti.
Banyak yang sudah mengharumkan nama Bima, dan harus diberi apresiasi bahwa mereka adalah anak-anak zaman yang telah mampu menjadi generasi pilihan.

Bangganya menjadi salah satu orang tua dari mereka.

Lanjutin Coy “Merantau dan Kuliah”  »»

Jumat, Juli 02, 2010

Mati




Pengembaraanku di hatimu
Telah berakhir di sini
Di kafan yang telah selesai dirajut oleh waktu
Di dalam pelukan kikisan batu
Di bawah nisan yang ditulis dengan air mata.
Setelah pesuruhMu menunaikan tugasnya dengan sempurna.



sumber gambar di sini

Lanjutin Coy “Mati”  »»

paradoX

Ini Kisah Nyata (True Story)


Pada suatu ketika, pada waktu, yang meliputi jam, tanggal, bulan dan tahun yang tidak saya ingat. Seorang teman datang pada saya dengan wajah lesu. Teman yang memiliki bisnis sewa menyewa organ tunggal untuk kegitan pesta pernikahan itu, datang menceritakan sesuatu yang akan saya ceritakan kembali di sini.

Dia, datang dengan sebuah pertanyaan "Lan, bisa gak DVD lagu yang saya produksi, di protek biar gak bisa di copy oleh orang???". Oh, ya saya ceritakan kepada anda, bahwa selain sewa menyewa organ tunggal, dia juga membuat album video klip lagu-lagu dengan artis lokal bima untuk dipasarkan.
"tidak bisa dan saya tidak tahu ilmunya", begitu jawaban saya, dan saya sendiri ragu dengan kebenaran jawaban saya.

Saya tidak tahu persis apakah sebuah cd/dvd yang diproduksi bisa di kunci, sehingga tidak akan bisa di perbanyak oleh orang lain, dan hanya si pemilik saja yang berhak melakukan itu. Googling?, pada waktu itu Saya dan dia tidak pada posisi berhadapan dengan komputer dan internet.

Dia, teman saya itu, sangat kecewa, sangat marah, kalau bisa ingin sekali memukul, karena banyak sekali hasil karyanya digandakan oleh orang lain dan dijual kembali tidak atas nama produksinya sebagai pemilik yang sah dari video klip tersebut. Bisa dipastikan banyak sekali kerugian yang dideritanya.



Perasaan sakit, kecewa, marah dan perasaan-perasaan lainnya, akan dirasakan oleh para kreatif yang mencipta atau menghasilkan karya, tetapi kemudian hasil karya tersebut dengan seenaknya diambil dan digunakan kemudian dan orang lain mengambil keuntungan untuk sesuatu yang bukan haknya. Tidak terkecuali teman saya.
Pada titik ini saya memahami perasaannya.

Kemudian Saya jelaskan kepada dia.
"Bang, abang tidak bisa marah, geram dan kecewa seperti itu. Abang menghasilkan video klip tersebut juga dengan software bajakan yang telah dicopy dan diinstall pada komputer yang abang gunakan untuk editing. Begitulah yang mungkin dirasakan oleh pembuat software yang telah meras otak, tenaga untuk menghasilkan software yang abang gunakan sekarang".

Dia terdiam, dan saya melanjutkan.

"relakan saja, karena kita tidak bisa berbuat apa-apa dan mau marah kepada siapa?".

Lama tidak terdengar kabarnya, kemudian saya mencari tahu bisnis pembuatan video clip teman saya itu, ternyata dia sudah bangkrut, karena menderita kerugian dan tidak bisa membendung penggandaan secara masal oleh orang lain klip DVD musik yang dia produksi.

Pada posisi sebagai pengguna, bahkan banyak yang saya baca mereka dengan bangganya meneriakkan "saya membajak software, anda mau apa??". Terdengar sangat arogan dan memalukan. Untuk apa sesuatu yang sudah salah kita banggakan? mending diam dan tidak usah berkata-kata karena kita menggunakan software ilegal, dan itu lebih terhormat.

Gunakan saja, dan tidak usah berkoar!!, itu sangat terhormat.

Jika suatu waktu anda, memiliki hasil karya, coba anda renungi, hasil karya tersebut apakah dihasilkan dari sesuatu yang benar?. Satu contoh, Jika anda mahasiswa, menulis karya ilmiah atau skripsi atau tesis dan disertasi, pastikan dulu, apakah software yang digunakan untuk menghasilkan karya tersbut legal??. Jika tidak, anda sebenarnya tidak berhak marah dan harusnya tidak usah berbuat apa-apa saat hasil karya anda tersebut disalin dan digunakan oleh orang lain. Karena Andapun telah melakukannya!!

Tetapi jika semuanya dihasilkan oleh software legal, tetapi dibajak oleh orang, tinggal anda menyanyikan sepotong lirik lagu dari (Alm) Meggy Z.

Sungguh teganya dirimu...teganya.....teganya......teganya......


sumber gambar di sini

Lanjutin Coy “paradoX”  »»

AYO Dukung Program 1.000.000 PERISAI Anak Indonesia

Sign by Danasoft - Get Your Free Sign